🔄 Apa itu PDCA ?

 

🔄 Apa itu PDCA?

PDCA adalah metode iteratif empat langkah yang digunakan untuk mengontrol dan meningkatkan proses atau produk secara berkelanjutan. Dikenal juga sebagai Deming Cycle atau Shewhart Cycle, PDCA membantu organisasi menghindari solusi instan yang tidak menyentuh akar masalah.

🧭 Empat Tahapan PDCA:

  1. Plan (Rencanakan) Identifikasi masalah atau peluang, lalu rancang solusi atau perbaikan. Contoh: Temukan penyebab rendahnya OEE pada mesin produksi, lalu rancang strategi perbaikannya.

  2. Do (Laksanakan) Uji coba solusi dalam skala kecil atau terbatas. Contoh: Terapkan SOP baru untuk satu shift terlebih dahulu.

  3. Check (Evaluasi) Tinjau hasil implementasi dan bandingkan dengan target. Contoh: Apakah OEE meningkat? Apakah downtime berkurang?

  4. Act (Tindak Lanjut) Jika berhasil, standarisasi solusi. Jika belum, lakukan penyesuaian dan ulangi siklus. Contoh: Terapkan SOP ke seluruh lini produksi atau revisi pendekatan jika belum efektif.

🎯 Manfaat PDCA:

  • Mendorong continuous improvement (Kaizen)

  • Mengurangi risiko kegagalan implementasi

  • Meningkatkan keterlibatan tim dalam pemecahan masalah

  • Cocok untuk audit, RCA, dan pengembangan SOP


Berikut contoh penerapan PDCA (Plan-Do-Check-Act) untuk meningkatkan efisiensi proses vendor onboarding—cocok diterapkan di lingkungan kerja seperti PT. Sinar Deli Nusantara :

📌 Studi Kasus: Efisiensi Proses Onboarding Vendor

1. PLAN (Rencanakan)

Masalah: Proses onboarding vendor memakan waktu terlalu lama (7–10 hari), menyebabkan keterlambatan pengadaan barang/jasa. Tujuan: Mempercepat proses onboarding menjadi maksimal 3–5 hari kerja. Langkah:

  • Identifikasi tahapan onboarding saat ini (registrasi, verifikasi dokumen, approval, input sistem).

  • Kumpulkan data waktu proses dan hambatan utama.

  • Rancang solusi: digitalisasi form, SOP baru, dan SLA antar divisi.

2. DO (Laksanakan)

  • Uji coba sistem onboarding baru pada 3 vendor baru.

  • Terapkan form digital (Google Form atau sistem internal).

  • Tetapkan PIC dan waktu maksimal untuk setiap tahapan (misal: verifikasi dokumen maksimal 1 hari).

3. CHECK (Evaluasi)

  • Bandingkan waktu onboarding sebelum dan sesudah uji coba.

  • Kumpulkan feedback dari tim procurement, legal, dan vendor.

  • Hasil: onboarding selesai dalam 4 hari (rata-rata), dengan 80% dokumen lengkap sejak awal.

4. ACT (Tindak Lanjut)

  • Standarisasi proses baru sebagai SOP resmi.

  • Sosialisasikan ke seluruh tim terkait.

  • Buat dashboard monitoring untuk tracking waktu onboarding vendor secara real-time.

  • Jadwalkan evaluasi berkala setiap 3 bulan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamu adalah rata-rata dari 5 orang terdekatmu

Apa itu Lean Thinking ? Sistem 5S dan 6S ?