Deep Work : Cara Berhasil Fokus di dunia yang ramai dan penuh gangguan

 



Pernah merasa sudah melakukan banyak hal tapi hasilnya sedikit?
Tanpa disadari, kita sering sibuk tapi tidak produktif. Distraksi adalah penyebab utamanya. Di dunia yang penuh dengan gangguan ini, fokus menjadi skill yang sangat langka.

Menurut riset Udemy:

74% Milenial dan Gen Z mengaku terdistraksi di tempat kerja.

69% dari mereka mengatakan smartphone adalah sumber distraksi terbesar kedua setelah kebisingan di kantor.

Setiap hari kita dihujani notifikasi, email, dan chat yang memecah fokus. Akibatnya, banyak waktu kita habis untuk shallow work—aktivitas yang tidak membutuhkan kemampuan kognitif tinggi dan kurang bermakna.

Ciri-ciri shallow work:

  • Multitasking
  • Konsentrasi rendah
  • Sering terdistraksi
  • Produktivitas rendah
  • Tidak menghasilkan nilai baru, mudah ditiru

Contoh: Balas email, chat, rapiin dokumen.

Solusinya? Deep Work!

Deep Work adalah konsep yang diperkenalkan oleh Cal Newport dalam bukunya “Deep Work”. Ini adalah aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi, bebas distraksi, dan mendorong kemampuan kognitif optimal. Pekerjaan ini menghasilkan nilai baru, meningkatkan skill, dan sulit ditiru.

Ciri-ciri deep work:

  • Monotasking
  • Konsentrasi tinggi
  • Bebas dari distraksi
  • Produktivitas tinggi
  • Menghasilkan nilai baru, meningkatkan skill, sulit ditiru

Contoh: Belajar skill baru, menulis, brainstorming.

Kenapa deep work penting?
Saat kita berkonsentrasi, otak memperkuat koneksi antar neuron, sehingga bekerja lebih cepat dan efektif. Tokoh-tokoh seperti Bill Gates dan J.K. Rowling sudah mempraktikkan deep work untuk mencapai kesuksesan mereka.

3 Tips untuk masuk deep work:

1. Pilih gaya deep work yang cocok:

  • Rhythmic: Fokus selama 1-4 jam pada waktu tertentu setiap hari.
  • Journalistic: Bebas, pilih waktu deep work kapan saja sesuai situasi.
  • Monastic: Menghilangkan atau mengurangi shallow work secara signifikan.
  • Bimodal: Kombinasi, jadwalkan periode tertentu untuk deep work.

2. Atur cara deep work:

  • Waktu: 2 jam, jam 8-10
  • Lokasi: Kantor
  • Aturan: No texting, no internet, no email, no music
  • Istirahat: 10 menit/1 jam, snack dan ngopi

3. Cek progress:

  • Buat goal yang jelas dengan metode SMART atau OKR.
  • Bandingkan realisasi dengan goal yang sudah dibuat.

Sudahkah kamu menerapkan deep work? Gaya mana yang cocok untukmu? Share di komen ya!


Penyaji Perspektif : Suaeb Ansori




Mau Order Sekarang ? Klik Tautan ini : https://skillpedia.id/?ref=6549

Mau Order Sekarang ? Klik Tautan ini : https://skillpedia.id/?ref=6549

Mau Order Sekarang ? Klik Tautan ini : https://skillpedia.id/?ref=6549

Mau lebih tahu tentang kami ? kunjungi website kami : www.bmsideal.com
Facebook : BMSI atau WhatsApp 085186001617





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamu adalah rata-rata dari 5 orang terdekatmu

Apa itu Lean Thinking ? Sistem 5S dan 6S ?