🎯 Apa itu Six Sigma ? dan ⚙️ Apa itu Lean Six Sigma?
🎯 Apa itu Six Sigma?
Six Sigma adalah metodologi berbasis data dan statistik yang bertujuan untuk:
Mengurangi variasi proses
Menghilangkan cacat (defect)
Meningkatkan konsistensi dan kualitas
Six Sigma menggunakan pendekatan DMAIC:
Define – Tentukan masalah dan tujuan
Measure – Ukur kinerja proses saat ini
Analyze – Analisis akar penyebab variasi atau cacat
Improve – Terapkan solusi berbasis data
Control – Kendalikan agar perbaikan berkelanjutan
📌 Tujuan akhirnya: hanya 3,4 cacat per 1 juta peluang—standar kualitas yang sangat tinggi.
⚙️ Apa itu Lean Six Sigma?
Lean Six Sigma adalah gabungan dua pendekatan:
Lean: Fokus pada efisiensi, menghilangkan pemborosan (waste), mempercepat aliran proses
Six Sigma: Fokus pada presisi, mengurangi variasi dan meningkatkan kualitas
Dengan menggabungkan keduanya, Lean Six Sigma:
Mempercepat proses
Mengurangi biaya
Meningkatkan kualitas produk/jasa
Meningkatkan kepuasan pelanggan
📊 Contoh Aplikasi di Dunia Nyata
Misalnya dalam proyek instalasi sistem:
Six Sigma membantu memastikan kualitas instalasi CCTV konsisten dan bebas kesalahan wiring.
Lean membantu mempercepat alur kerja dari survei hingga commissioning dengan menghilangkan waktu tunggu dan proses yang tidak perlu.
- https://www.learnleansigma.com/guides/six-sigma/
- https://www.sixsigmaonline.org/six-sigma-process/
Contoh Kasus :
📌 Judul Proyek :
Optimalisasi Proses Pengadaan Vendor melalui Lean Six Sigma – Pendekatan DMAIC
✅ Define
Masalah: Rata-rata waktu onboarding vendor adalah 7–10 hari, melebihi target SLA 5 hari. Tujuan proyek: Mengurangi waktu onboarding menjadi maksimum 3 hari kerja dengan kualitas verifikasi dokumen tetap terjaga.
📏 Measure
Rata-rata waktu proses = 8 hari
Penyebab dominan: approval lambat, dokumen vendor tidak standar, pengulangan input
Defect rate: 2 dari 10 vendor gagal onboarding dalam satu siklus
🧠 Analyze
Gunakan Fishbone Diagram & Pareto Chart:
60% waktu habis di proses approval dokumen legal
20% karena komunikasi internal yang tidak jelas
Sisanya karena vendor tidak mengerti format/formulir
🛠 Improve
Digitalisasi proses (e-form, auto-reminder approval)
Library dokumen standar & panduan untuk vendor baru
Tim verifikasi lintas fungsi untuk batch-review
Visual dashboard untuk tracking SLA harian
🔄 Control
SOP baru disosialisasikan ke seluruh stakeholder
Monitoring waktu proses via dashboard bulanan
Audit vendor onboarding setiap triwulan
Feedback form dari vendor setelah onboarding selesai
📌 Lean Six Sigma Project Charter
Judul Proyek: Optimalisasi Waktu Onboarding Vendor melalui Lean Six Sigma
Disusun oleh: Suaeb Ansori – GA Manager PT. Sinar Deli Nusantara
1. Latar Belakang & Tujuan
Proses onboarding vendor saat ini memakan waktu 7–10 hari, melampaui target SLA 3–5 hari. Ini berdampak pada keterlambatan pengadaan dan inefisiensi operasional. Tujuan dari proyek ini adalah mempercepat waktu onboarding vendor tanpa mengorbankan kualitas dan akurasi data.
2. Lingkup Proyek
Fokus: Onboarding vendor lokal dan nasional
Tidak mencakup: Tender dan lelang besar
Durasi implementasi awal: 2 bulan
3. Tim Proyek (RACI)
|
Peran |
Nama/Divisi |
Tanggung Jawab |
|
Sponsor |
Direktur
Operasional |
Approver utama
proyek |
|
Project Leader |
Suaeb Ansori – GA |
Koordinasi &
eksekusi |
|
Procurement Lead |
Tim Pengadaan |
Validasi &
update data |
|
Legal Support |
Tim Legal |
Verifikasi dokumen
legal |
|
IT Support |
Tim IT |
Digitalisasi
formulir |
|
Vendor Champion |
1–2 Vendor pilot |
Feedback & uji
coba |
4. Metodologi: DMAIC
· Define: Identifikasi masalah SLA dan hambatan
approval
· Measure: Kumpulkan data durasi, defect,
approval
· Analyze: Gunakan Pareto & Fishbone
· Improve: Sistem e-form, SOP baru, SLA antar
divisi
· Control: Dashboard monitoring, audit triwulan
5. Metrik Sukses
|
Indikator |
Sebelum |
Target |
|
Rata-rata waktu
onboarding |
7–10 hari |
≤ 3 hari |
|
Jumlah pengulangan
dokumen |
4 vendor/bulan |
≤ 1 vendor/bulan |
|
Tingkat kepuasan
vendor |
65% |
≥ 90% |
Komentar
Posting Komentar